Selasa, 04 September 2012

contoh laporan osmosis pada tumbuhan

I.                      Judul dan Tanggal Praktikum
a.       Judul                                       : Osmosis pada tumbuhan
b.      Tanggal Praktikum                  : Rabu, 29 Agustus 2012

II.                   Tujuan
        Tujuan dari pengamatan ini adalah :
a.        Untuk mengamati proses osmosis pada kentang dan wortel dengan berbagai macam larutan.
b.      Untuk mengetahui perbedaan kemampuan wortel dan kentang dalam proses osmosis pada masing-masing larutan.

III.                Dasar Teori
Description: http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/c/c3/Osmose.jpg/220px-Osmose.jpg        Osmosis adalah pergerakan molekul atau ion dari dengan daerah konsentrasi rendah (larutan encer) ke daerah dengan konsentrasi tinggi (larutan pekat) melalui lapisan semipermeable. Masuknya larutan ke dalam sel-sel endodermis merupakan contoh proses osmosis. Proses Osmosis akan berhenti jika konsentrasi zat di kedua sisi membran tersebut telah mencapai keseimbangan. Pada kesetimbangan tersebut terdapat perbedaan ketinggian larutan encer dan larutan pekat. Perbedaan tinggi kedua larutan menyebabkan adanya perbedaan tekanan di antara kedua larutan. Tekanan pada sisi larutan pekat lebih tinggi dari pada tekanan pada larutan encer sebesar tekanan osmotic. Tekanan yang diberikan pada larutan yang dapat menghentikan perpindahan molekul-molekul pelarut ke larutan yang lebih pekat melalui membran semi permeabel (proses osmosis).disebut tekanan osmotik (π). Jika tekanan osmotik didalam sel dengan luar sel seimbang maka dikatakan sebagai keadaan isotonik pada keadaan ini volume sel tidak mengalami perubahan volume. Jika tekanan osmotik didalam sel lebih besar maka cairan dalam sel bisa keluar sehingga sel akan mengkerut, sebaliknya disebut hipotonik yaitu liquid diluar sel akan masuk ke sel sehingga sel akan bertambah besar.
a.   Isotonik
         Larutan isotonik adalah suatu larutan yang mempunyai konsentrasi zat terlarut yang sama (tekanan osmotik yang sama) seperti larutan yang lain, sehingga tidak ada pergerakan air. Minuman isotonik dapat di minum untuk menggantikan fluida dan mineral yang digunakan tubuh selama aktifitas fisik.
b.    Hipotonik
Larutan hipotonik adalah suatu larutan dengan konsentrasi zat terlarut lebih rendah (tekanan osmotik lebih rendah) dari pada yang lain sehingga air bergerak ke dalam sel. Contoh : aquades.
c.        Hipertonik
Larutan hipertonik adalah suatu larutan dengan konsentrasi zat terlarut lebih tinggi (tekanan osmotik yang lebih tinggi) dari pada yang lain sehingga air bergerak ke luar sel. Contoh : larutan yang bersifat lengket dan pekat, seperti larutan gula dan garam.

IV.                Alat dan Bahan
a.       Alat
ü  Timbangan digital
ü  Alat ukur waktu (jam dinding)
ü  Mangkok
ü  Pisau silet
ü  4 cawan pentri
ü  1 gelas beker
ü  Sendok
b.      Bahan
ü  Kenntang
ü  Wortel
ü  Kertas buram
ü  Larutan gula 5%, 10%, dan 15%
ü  Larutan garam 5%, 10%, dan 15%
ü  Air
V.                   Langkah kerja
a.       Siapkan alat dan bahan yang dibutuhkan
b.      Kupas kentang, potong menjadi 4 buah (potong dadu) dan juga, kupas wortel, potong menjadi 4 (potong dadu)
c.       Timbang masing-masing potongan sebagai berat awal
d.      Penuhi 4 cawan pentri dengan 4 macam larutan yang berbeda, yaitu air, larutan gula 5%, 10%, dan 15%
e.       Celupkan potongan-potongan wottel dan kentang yang telah disiapkan secara bersama-sama, tunggu hingga 15 menit
f.       Setelah 15 menit, angkat wortel dan kentang secara bersamaan, lalu keringkan diatas kertas buram
g.      Tunggu hingga kering, lalu timbang kembali sebagai berat akhir
h.      Masukkan hasil pengukuran ke dalam table
i.        Ulangi langkah diatas dengan mengganti langkah “3” menjadi larutan garam

VI.                Hasil Observasi
a.       Table hasil pengamatan larutan gula
Bahan
Berat Awal (gr)
Berat akhir
Larutan Gula 5%
Larutan Gula 10%
Larutan Gula 15%
Air
Kentang
Air
1,1



1,2

Larutan gula 5%
1,0
1,0




Larutan Gula 10%
0,9

0,8



Larutan Gula 15%
1,1


1,0

Wortel
Air
1,0



1,0

Larutan gula 5%
0,9
0,8




Larutan Gula 10%
0,9

0,8



Larutan Gula 15%
0,8


0,7




a.       Table hasil pengamatan larutan garam
Bahan
Berat Awal (gr)
Berat akhir
Larutan Gula 5%
Larutan Gula 10%
Larutan Gula 15%
Air
Kentang
Air
0,9



0,8

Larutan gula 5%
0,9
0,7




Larutan Gula 10%
0,9

0,6



Larutan Gula 15%
0,7


0,6

Wortel
Air
0,6



0,6

Larutan gula 5%
0,5
0,5




Larutan Gula 10%
0,5

0,5



Larutan Gula 15%
0,5


0,5


VII.             Analisis Hasil Observasi
         Menurut data hasil percobaan, kentang dan wortel ada yang mengalami perubahan, dan ada juga yang tidak berubah.
a.       Kentang
   Sebagian kentang ada yang mengalami penambahan berat,penurunan berat dan ada juga yang beratnya tetap.
ü  Kentang yang direndam di larutan aquades (air) mengalami pertambahan berat dan teksturnya lebih keras. Karena, air merupakan zat yang bersifat hipotonik/hipotosis. Sehinga, air dari larutan masuk ke dalam sel-sel kentang, karena sel-sel kentang hipertonis dibandingkan air. Akibat masuknya air ini menyebabkan isi sel bertambah, dan sel dalam keadaan turgid (tekanan turgor tinggi). Inilah yang menyebabkan kentang menjadi keras dan beratnya bertambah.
ü  Kentang yang direndam di larutan air gula 5%  mengalami penurunan berat. Karena larutan air gula 5% bersifat pekat. Sehingga, terjadi perpindahan air secara osmosis pada sel-sel kentang  ke luar menuju ke larutan. Perpindahan air ini terjadi karena sel-sel kentang hipotonis terhadap larutan gula yang hipertonis. Begitu juga pada kentang yang direndam pada larutan air gula 10% dan 15%. Karena larutan gula 5%, 10% sampai 15% terbukti semakin pekat, maka berat kentang juga seharusnya semakin menurun dan kentang akan semakin terasa lembek. Karena, Kelunakan kentang dan pengurangan berat bergantung pada konsentrasi larutan. Semakin hipertonis larutannya, maka semakin lembek kentangnya, juga semakin banyak pengurangan beratnya.
ü  Kentang yang di rendam dalam larutan garam 5%, 10% dan 15% juga mengalami penurunan berat. Karena, garam termasuk dalam larutan hipertonik. Sehingga sel-sel kentang tersedot ke luar ke larutan.
Kiri: kentang menjadi lembek setelah direndam dalam larutan glukosa dan garam. Kanan : kentang mengeras setelah direndam aquades.

 
Description: osmosis pada kentangDescription: osmosis pada kentang



b.      Wortel
   Setelah di rendam dalam air, larutan gula 5%, 10% dan 15%, wortel tersebut ada yang beratnya berkurang da nada yang tetap.
ü  Pada percobaan diatas, wortel yang direndam dalam larutan aquades beratnya tetap bahkan ada yang mengalami penurunan. Padahal, seharusnya, terjadi penambahan berat pada wortel tersebut. Lalu, mengapa berat wortel tetap dan malah berkurang? Wortel cukup berbeda dengan kentang, kentang lebih mudah untuk menyerap air dari pada wortel, sehingga perubahan berat dan kelentukan pada kentang lebih mudah di amati dari pada pada wortel. Karena pengukurang pada table hanya menghasilkan satu angka dibelakan koma, mungkin saja perubahan berat pada wortel setelah mengalami perlakuan sebesar 0,0001. Sehingga sukar untuk diamati. Sedangkan berat wortel yang berkurang, mungkin karena kurangnya ketelitian pengamat.
ü 
Beginilah bentuk sel yang mengalami plasmolisis. Perhatikan rongga yang terbentuk di antara membran sel dengan dinding sel.
 
Wortel yang direndam dalam larutan gula 5%, 10%, dan 15%, terlihat bahwa terjadi penurunan berat antara berat awal dan berat akhir setelah di rendam. Namun, penurunan berat yang terjadi, tidak sebanyak yang terjadi pada kentang, karena kentang teksturnya lebih berpori dari pada wortel. Sehingga, wortel lebih sukar untuk mengalami proses osmosis.
ü  Pada percobaan wortel yang direndam di larutan garam 5%, 10%, dan 15%, terlihat pada data yang tertulis dalam table diatas adalah tetap. Namun, seharusnya terjadi pengurangan berat walaupun sedikit. Karena, larutan garam termasuk dalam larutan yang pekat. Selain itu, wortel yang di masukkan ke air garam, sel-selnya akan mengalami proses plasmolisis. Plasmolisis adalah peristiwa lepasnya membran plasma dari dinding sel karena peristiwa osmosis. Peristiwa lepasnya membran sel dari dinding sel (plasmolisis) dapat terjadi jika sel tumbuhan (dalam percobaan ini adalah wortel) diletakkan di larutan garam terkonsentrasi (hipertonik), sel-sel wortel akan kehilangan air dan juga tekanan turgor, menyebabkan sel-sel wortel tersebut lemah dan layu. Kehilangan air lebih banyak akan menyebabkan terjadinya plasmolisis: tekanan terus berkurang sampai di suatu titik di mana protoplasma sel terkelupas dari dinding sel, menyebabkan adanya jarak antara dinding sel dan membran.
         Dari percobaan di atas, ada beberapa hasil data yang keliru. Misalnya, berat awal wortel dengan berat akhir wortel setelah direndam di larutan garam, air maupun gula adalah tetap. Kekeliruan-kekeliruan tersebut terjadi karena factor :
a.       Kurang teliti dalam mengukur
b.      Berat akhir diukur saat kentang/wortel belum kering betul
c.       Kurangnya ketelitian alat ukur,dsb.

VIII.          Kesimpulan
ü  Osmosis merupakan perpindahan pelarut dari konsetrasi pelarut yang tinggi (encer) ke konsentrasi pelarut yang rendah (pekat)
ü  Kentang dan wortel yang dimasukkan dalam larutan air, beratnya cenderung bertambah dan teksturnya menjadi keras. Karena air bersifat hipotonik, sehingga air dapat masuk ke dalam sel-sel kentang dan wortel
ü  Kentang dan wortel yang dimasukkan ke dalam larutan garam dan gula 5%, 10% dan 15%, beratnya cenderung semakin menurun dan semakin lembek. Karena gula dan garam merupakan larutan yang pekat (hipertonik). Dan semakin pekat suatu larutan, semakin tinggi juga daya hipertoniknya (5%<10%<15%,) sehingga semakin berkurang sel-selnya dan semakin lembek.

IX.                Daftar Pustaka
c.       Puspita, Tasmania.1997. Fisiologi Tumbuhan. Universitas Sriwijaya
e.       Morie, indigo .  2010. Tekanan Osmotik (http://belajarkimia.com/tekanan-osmotik/  20 Februari 2011)
f.       Yeni. 2007. Teori Osmotik ( http://kimia.upi.edu.htm akses : 20 Februari 2011)


Kebumen, 1 September 2012
Praktikan,
                                                                                                                                                
Adhi Setyaningrum (XI IPA 4/ 01)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar